Under Construction

This Page Is Currently Being Updated. Please check back later.

— Thank you for your patience.

Fase Desain

Idea

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang mempermudah proses kreasi dan nyaris menghilangkan batasan dalam berbuat apa pun, ide orisinal menjadi aset yang sangat penting dan berharga. Fenomena kemudahan teknologi justru memunculkan tantangan, di mana ide-ide orisinal cenderung langka karena adanya kecenderungan amati, tiru, dan modifikasi (ATM). Bagi PT. Nuart Consultant, inilah pilar fundamental kami: kami menyuguhkan filosofi bahwa ide original adalah segalanya.

Conceptual Design

Berawal dari ide dasar atau rancangan awal yang menjadi pondasi dalam proses penciptaan suatu produk, bangunan, atau sistem. Konsep ini berfungsi sebagai panduan yang memandu desainer dalam mengambil keputusan terkait elemen-elemen desain agar karya yang dihasilkan efektif, fungsional, dan mencapai tujuannya.

  • Analisis Tapak (Site Analysis) Memahami konteks lingkungan, batasan lahan, potensi, dan risiko.
  • Topografi Mengidentifikasi kontur, elevasi, dan karakter tanah sebagai dasar perencanaan massa bangunan.
  • Pencapaian Area (Access & Circulation) Menentukan titik masuk, alur pergerakan, serta hubungan antar-ruang.
  • Arah Matahari (Sun Path) Mengoptimalkan pencahayaan alami dan mengontrol panas.
  • Arah Angin (Wind Flow) Mewujudkan ventilasi alami dan kenyamanan termal.

Preliminary Design

Pada tahap Preliminary Design, konsep yang telah ditetapkan mulai diterjemahkan menjadi bentuk arsitektur awal. Massa bangunan, orientasi, zoning ruang, hingga karakter estetika mulai dirumuskan dalam bentuk sketsa, diagram, dan denah awal.

    Fase ini bertujuan untuk:
  • Menguji kelayakan gagasan dalam konteks fungsi dan kebutuhan pengguna.
  • Mengembangkan alternatif desain sekaligus menyaring opsi terbaik.
  • Menyusun dasar visual dan teknis sebelum masuk ke tahap pengembangan lebih mendalam.
    • Preliminary Design menjadi jembatan antara gagasan konseptual dan rancangan teknis yang lebih terukur.

Design Development

Design Development adalah proses pendalaman desain secara detail. Seluruh elemen arsitektur, struktural, mekanikal, elektrikal, dan sistem lingkungan mulai dikonsolidasikan dalam satu kesatuan.

    Fokus utama tahap ini meliputi:
  • Penyempurnaan bentuk dan tampilan arsitektur.
  • Integrasi sistem struktur dan utilitas.
  • Penentuan material, tekstur, dan kualitas ruang.
  • Penguatan hubungan antara desain dan filosofi proyek.

Pada fase ini, desain diuji dari aspek teknis, fungsional, dan artistik agar mampu bertransformasi menjadi karya yang utuh — bukan hanya bangunan, tetapi pernyataan nilai.

Detail Engineering Design

Tahap DED mengubah rancangan yang telah matang menjadi paket gambar teknis lengkap sebagai acuan pembangunan. Seluruh detail konstruksi dijabarkan secara presisi — mulai dari struktur, finishing, utilitas, hingga detail sambungan.

    Output utama tahap ini meliputi:
  • Gambar kerja lengkap
  • Spesifikasi teknis material dan sistem
  • Perhitungan dan koordinasi engineering
  • Dokumen pendukung pelaksanaan

Detail Engineering Design memastikan proyek dapat dibangun dengan benar, efisien, dan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.

Supervision

Fase Supervision memastikan seluruh rencana desain terwujud dengan akurat di lapangan. Tim NuArt Consultant mengawal proses konstruksi untuk memastikan setiap detail, proporsi, dan kualitas pekerjaan sesuai dengan dokumen perencanaan.

Ruang lingkup supervisi mencakup:

  • Pengawasan kualitas (quality control)
  • Koordinasi teknis dengan kontraktor dan engineering
  • Verifikasi kesesuaian desain dan implementasi
  • Penanganan isu teknis serta rekomendasi penyempurnaan di lapangan

Tahap ini adalah komitmen kami untuk menjaga integritas desain — memastikan bahwa gagasan, konsep, dan rancangan yang dibangun sejak awal benar-benar terwujud secara bertanggung jawab, estetis, dan ter-integrasi.

Idea
Idea

Idea

Fondasi Visi Orisinal
Conceptual Design
Conceptual Design

Conceptual Design

Perwujudan Ide: Menerjemahkan Narasi ke Bentuk
Preliminary Design
Preliminary Design

Preliminary Design

Menguji Realitas: Penentuan Kelayakan dan Strategi Bisnis
Design Development
Design Development

Design Development

Integrasi Sistem: Pematangan Teknis dan Harmonisasi Fungsi
Detail Engineering Design
Detail Engineering Design

Detail Engineering Design

Presisi Mutlak: Penyusunan Cetak Biru Konstruksi
Supervision
Supervision

Supervision

Menjaga Integritas: Pengawasan Mutu dan Eksekusi Visi di Lapangan